Doa Seekor Anjing dalam Penampungan (Liung’s Free Translation)

Shelter-Pet-Blog-PicJudul asli : “A Shelter Dog Asks God”

Penulis asli : Joan C. Fremo

Tuhan,

Apakah “Waktu” itu?

Aku mendengarnya dari nada sedih teman2 pekerja di sini. Mereka berkata waktuku sudah habis, karena mereka harus menyediakan satu tempat untuk anjing lain.

Waktuku sudah habis.

Aku tidak tahu apa artinya, Tuhan. Yang aku tahu, teman2ku sangat sedih, dan semakin kencang aku menggoyangkan ekorku – semakin keras aku berusaha menghibur mereka – mereka semakin sedih.

Aku pernah mendengar kata “waktu” sebelumnya, tapi aku tidak mengerti.

Ketika aku masih kecil, keluarga (manusia)ku akan berkata “Waktunya bermain!”. Mereka akan melemparkan bola, dan berlari-larian. Kadang aku menangkapnya dan mengembalikannya kepada mereka, di waktu lain kami hanya saling mengejar dan bergembira.

Aku ingat kata “waktunya makan”. Keluargaku akan meletakkan semangkuk makanan, dan aku akan menikmatinya, sambil menggoyangkan ekorku dengan senang.

Juga ada kata “waktunya berjalan-jalan”. Majikanku akan memasangkan tali penuntun, dan kami akan berjalan bersama, mengunjungi tetangga dan menikmati kebersamaan.

Ketika aku masih kecil, aku pikir “waktu” berarti gembira. Atau mungkin sayang?

Aku tidak mengerti. Sepertinya “waktu” mempunyai arti lain, tapi bagaimana bisa arti kata itu berubah-ubah, Tuhan?

Sebelum aku tinggal di sini, aku mendengar keluargaku berkata, “Sekarang tidak ada waktu untuk memberimu makan. Nanti ya, saat aku pulang.” Kadang keluargaku lupa, dan tidak ada makanan di mangkuk makananku.

Apakah “waktu” berarti perutku lapar?

Keluargaku berkata “Tidak ada waktu untuk berjalan-jalan.” Aku mencoba untuk menahannya sepanjang hari – tapi Tuhan, aku tidak kuat lagi. Dan ketika akhirnya aku terpaksa melakukannya, keluargaku marah sekali.

Apakah “waktu” berarti kemarahan?

Atau mungkin kesepian? Keluargaku berkata mereka tidak punya “waktu”. Mereka tidak punya waktu untuk bermain, atau waktu untuk membawaku ke dokter, atau waktu untuk berjalan-jalan. Mereka tidak punya “waktu”, jadi aku ditempatkan di sini. Mungkin aku benar.. Mereka tidak punya waktu, dan jika “waktu” berarti “sayang”, bagaimana mereka bisa kehilangan hal itu?

Apakah aku melakukan kesalahan?

Tuhan, aku pikir teman2 baruku di sini akan mengirimkan aku kepadaMu. Apakah Tuhan punya “waktu”? Bolehkah aku duduk di sofa milikmu? Apakah aku anjing yang baik, Tuhan?

Apakah sudah waktunya?

Malam yang Menyeramkan (Free translation)

Diterjemahkan dari cerita berjudul A Night of Terror, dari buku A Night of Terror and Other Strange Tales publikasi dari Oxford Progressive English Readers.

Pengarang: Guy de Maupassant

Berhubung Anda memintaku bercerita mengenai beberapa pengalamanku mengenai sungai, aku akan menceritakan sebuah hal aneh yang terjadi padaku sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Suatu sore saat aku pulang, tubuh agak lelah, dan mengayuh dengan susah payah di atas perahuku yang berat, perahu sepanjang dua belas kaki yang biasa kupakai di malam hari. Aku berhenti sebentar untuk mengatur napas. Cuaca sangat indah. Bulan bersinar terang. Permukaan sungai tampak berkilat di bawah sinar bulan, udara terasa tenang dan sejuk. Pemandangan damai ini menggodaku. Aku berpikir dalam hati pasti akan menyenangkan kalau aku berhenti dan menghisap sebatang pipa tembakau. Tanpa ragu-ragu aku mengambil sauh dan melemparkannya ke sisi perahu.

Perahuku, yang terseret oleh arus, menarik rantai sauh sampai pada ujungnya, lalu berhenti. Aku duduk di atas kulit domba dan mengambil posisi senyaman mungkin. Tidak ada suara yang terdengar, sedikit pun – kecuali terkadang aku dapat mendengar suara air menghempas tepi sungai. Aku dapat melihat rumput yang tinggi di tepi sungai, menghasilkan bentuk aneh dan bergoyang dengan sangat perlahan.

Suasana sungai sangat tenang, namun aku merasa terganggu oleh keheningan luar biasa di sekelilingku. Bahkan katak-katak, makhluk yang biasanya memainkan musik di malam hari, tidak bersuara. Lalu, tiba-tiba, di sebelah kananku, seekor katak bersuara. Suaranya membuatku terlompat. Dia tidak bersuara lagi. Aku tidak mendengar apapun, jadi aku memutuskan untuk sedikit merokok, hanya untuk sekedar melakukan sesuatu.

Tapi, kau tahu, walaupun aku telah menghisap pipa bertahun-tahun, aku tidak bisa melakukannya. Setelah beberapa saat aku merasa mual, dan aku berhenti merokok. Aku mulai bernyanyi sendiri, tapi entah bagaimana suaraku sendiri menggangguku, jadi aku berbaring di dasar perahu dan melihat ke angkasa.

Aku mulai merasa takut

Untuk sementara aku merasa tenang, tapi segera aku merasa takut oleh goyangan perahu dari sisi ke sisi. Aku merasa seakan-akan diayun dengan kuat sepanjang sungai, awalnya menyentuh salah satu tepi, lalu diayun lagi ke sisi yang lain. Kemudian aku merasa sebuah makhluk atau kekuatan, yang tidak dapat kulihat, dengan perlahan menarik perahuku ke dasar sungai, lalu mengangkatnya dan menjatuhkannya lagi. Aku membayangkan berada di tengah-tengah badai, dan aku dapat mendengar suara-suara aneh di sekelilingku. Aku melompat berdiri. Air sungai berkilat di bawah sinar bulan, dan semuanya terasa tenang.

Aku tersadar kalau aku terlalu hanyut dalam ketakutan, dan aku putuskan sudah waktunya melanjutkan perjalanan. Aku menarik rantai perahu. Perahuku mulai tertarikmau, dan kemudian aku merasakan sesuatu tersangkut. Aku menarik lebih keras, tapi sauh itu tidak bergerak. Dia tersangkut di dasar sungai dan aku tidak bisa menariknya. Aku mulai menarik lagi dengan keras, tapi percuma saja.

Lalu, dengan menggunakan dayung, aku memutar arah perahu dan mengubah posisi sauh. Sama saja. Dia tertahan dengan kokoh. Aku kehilangan emosi dan mengguncang rantai sauh dengan penuh amarah, tapi sauh itu tidak bergerak sedikitpun.

Sangat kecewa, aku duduk dan mulai memikirkan kesulitan yang kuhadapi. Aku tidak mungkin mematahkan rantai atau mencopotnya dari perahu. Rantainya terlalu besar dan terpaku pada kayu yang lebih tebal daripada lenganku. Tapi karena cuacanya masih sangat baik, kupikir tidak akan lama lagi seorang nelayan akan datang menyelamatkanku.

Mengetahui hal ini menenangkanku. Pada akhirnya aku bisa menghisap pipaku. Aku membawa sebotol minuman keras. Aku meminumnya dua tiga gelas, dan mulai menertawakan situasi ini. Cuaca sangat tenang, jadi bila perlu pun aku bisa tinggal semalaman di udara terbuka tanpa celaka.

Tiba-tiba ada suara ketukan di sisi perahu. Aku terlompat, dan keringat dingin keluar dari seluruh tubuhku. Suara itu mungkin disebabkan oleh sepotong kayu yang terbawa arus, tapi cukup untuk membuatku terganggu. Sekali lagi aku merasa diselimuti kegelisahan yang aneh. Aku meraih rantai sauh dan menariknya ke atas sekuat tenaga sebagai usaha yang terakhir dalam keputusasaan. Sauh tersebut tertahan dengan kokoh. Aku duduk kembali, kelelahan.

Kabut

Sementara itu sungai tersebut berangsur-angsur mulai ditutupi kabut putih, yang tebal, yang dengan perlahan menyelimuti permukaan air. Ketika aku berdiri aku tidak dapat melihat lagi baik sungai maupun kakiku sendiri, atau pun perahuku. Ini seperti aku sedang terkubur oleh kain wol putih sampai ke pinggang. Aku mulai memikirkan segala hal-hal aneh. Aku membayangkan seseorang sedang berusaha naik ke dalam perahu, di mana tidak dapat kulihat apa pun di bawahku, dan sungai yang tersembunyi di dalam kabut tebal ini, penuh dengan makhluk-makhluk misterius yang berenang di sekelilingku.

Aku mengalami perasaan buruk, seperti mau pingsan. Jantungku berdegup begitu keras yang membuatku sulit bernapas. Aku benar-benar berpikir ingin melompat ke sungai dan berenang mencari tempat aman. Kemudian, tiba-tiba, ide ini membuatku gemetar ketakutan. Aku membayangkan diriku tersesat di kabut tebal ini, berjuang di antara rerumputan air, benapas dengan susah payah, tidak mampu melihat tepi sungai, tidak mampu untuk mencapai perahuku sendiri. Aku seperti merasa kakiku terseret ke kedalaman air yang hitam.

Bahkan, aku harus berenang melawan arus paling sedikit lima ratus yard sebelum menemukan bagian yang bebas dari rerumputan air, di mana aku bisa menjejakkan kakiku. Aku memiliki 90 persen kemungkinan kehilangan arah di dalam kabut dan tenggelam, walaupun aku sangat mahir berenang.

Ketakutanku, yang sulit untuk dijelaskan, masih terus bertambah dan sekarang menjadi kengerian yang nyata. Aku berdiri di sana tanpa bergerak, dengan mataku terbuka lebar dan telingaku mendengarkan suara sekecil apapun. Aku pikir kalau seekor ikan tiba-tiba melompat ke atas air, seperti yang biasanya sering dilakukan, itu sudah cukup untuk bisa membuatku jatuh dengan wajahku, tak sadarkan diri.

Bagaimanapun juga, aku mencoba untuk mengendalikan diri. Aku berhasil membawa pikiranku normal kembali. Sekali lagi aku mengambil botol minuman keras dan meminumnya dengan lahap. Lalu aku mempunyai ide. Aku mulai berteriak sekeras-kerasnya, ke arah utara, selatan, timur, dan barat. Ketika tenggorokanku terasa sakit sampai tidak bisa berteriak lagi, aku berdiri dan mendengarkan. Yang dapat kudengar hanyalah lolongan anjing dari kejauhan.

Aku minum lagi, lalu aku berbaring, meregangkan tubuhku di sepanjang dasar perahu. Aku berdiam seperti ini sekitar satu jam – mungkin dua jam – tanpa tertidur, dengan mata terbuka lebar. Aku tidak berani bangun betapapun aku ingin melakukannya. Tiap menit aku menundanya, berbicara pada diriku sendiri, ‘Ayo, bangun!’ Tapi aku terlalu khawatir, seakan-akan hidupku tergantung pada suara sekecil apapun yang dapat kusebabkan. Aku melihat ke sisi perahu.

Pemandangan dari negeri dongeng

Aku melihat pemandangan yang paling indah, yang paling menakjubkan yang dapat dibayangkan. Kelihatannya seperti pemandangan dari negeri dongeng, yang pernah diceritakan oleh pelancong-pelancong dari negeri yang jauh, di mana kita mendengarkan mereka tapi tidak benar-benar percaya.

Kabut itu, yang sudah dua jam menyelimuti permukaan air, berangsur-angsur terangkat dan menyebar ke tepian. Setelah kabut hilang sepenuhnya, tampak di setiap sisi, bukit yang berjejer, berkilau di bawah sinar bulan dengan kerlapan salju yang indah. Di atas terlihat cemerlang bulan purnama di antara langit biru.

Sekarang segala makhluk di tepi sungai mulai hidup dan katak-katak bersuara dengan keras. Secara aneh aku tidak lagi merasa takut. Aku dikelilingi pemandangan luar biasa di mana kejadian yang paling aneh pun tidak akan mengejutkanku sama sekali.

Aku tidak tahu berapa lama hal ini berlangsung karena aku tertidur. Ketika aku membuka mata lagi, bulan sudah turun dan langit dipenuhi awan. Air berpercikan membentur perahu. Angin berhembus. Udara terasa dingin dan benar-benar gelap.

Aku menghirup sisa minumanku, lalu, saat aku duduk dengan menggigil, aku mendengar suara aneh yang disebabkan oleh arus air. Aku tidak dapat melihat perahuku, bahkan tanganku saat aku meletakkannya di depan mataku.

Akhirnya bantuan tiba

Perlahan-lahan, kegelapan berkurang. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu benda gelap bergerak, cukup dekat denganku. Aku berseru, dan terdengar balasan. Suara nelayan. Aku memanggilnya dan dia mendayung mendekatiku. Aku menceritakan kemalanganku. Dia membawa perahunya ke sisi perahuku, dan bersama-sama kami menarik rantai sauh perahuku. Sauh tersebut masih tidak bergerak.

Fajar menyingsing. Hari itu mendung, basah, dingin, hari di mana engkau merasa yakin akan mendapatkan kesedihan dan kemalangan. Aku melihat perahu lain, dan kami berseru padanya. Pria yang ada di dalamnya mendekat dan menolong kami. Akhirnya, sedikit demi sedikit, sauh tersebut mulai bergerak. Benda itu naik sangat perlahan, dan jelas-jelas membawa sesuatu yang berat. Akhirnya kami melihat suatu onggokan hitam besar keluar dari dalam air, dan kami menyeretnya ke dalam perahuku.

Benda itu adalah jasad seorang wanita tua, dengan batu besar terikat di sekeliling lehernya.

Mengapa Engkau Melakukannya (Free Translation by Liung’s)

Original Titile: How Could You (Author: Jim Willis – http://www.crean.com/jimwillis)

Original version: http://www.crean.com/jimwillis/hcy.html

Image

Ketika aku masih seekor anak anjing, aku menghiburmu dengan tingkah polahku yang menggemaskan, membuatmu tertawa. Engkau menyebutku sebagai “anak”-mu dan tidak peduli seberapa banyak sandal dan sepatu dan bantal yang kuhancurkan dengan gigitanku, aku menjadi “teman sejati”-mu. Ketika aku berbuat nakal, engkau menggelengkan jarimu dan berkata “Mengapa kamu melakukannya?” – tapi kemudian engkau melunak dan menggulingkan aku lalu menggosok perutku.

ImageMasa adaptasiku di dalam rumah memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan, karena engkau sangat sibuk, tapi kita terus melakukannya bersama-sama. Aku ingat di malam-malam saat aku menyelinap ke atas kasur tidurmu, mendengarkan dan memperhatikanmu saat engkau tidur dan bermimpi, dan aku percaya betapa hidup tidak akan lebih sempurna daripada saat itu. Kita berjalan bersama, berlari di taman, berkendara bersama saat engkau mengendarai mobilmu, bersantai dan memakan es krim (tentu saja aku hanya mendapatkan cone-nya karena “es krim tidak baik bagi anjing”, katamu), dan aku dengan sabar menunggumu pulang dari pagi hingga sore hari.

ImageSedikit demi sedikit, engkau mulai menghabiskan waktumu lebih banyak untuk bekerja demi karirmu, juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temanmu, mencari pasangan hidupmu. Aku menunggumu dengan sabar, menghiburmu saat engkau kecewa dan patah hati, tidak pernah membantahmu saat membuat keputusan-keputusan buruk, dan menyambutmu dengan sukacita saat engkau pulang, dan saat engkau sedang jatuh cinta.

ImageDia, yang saat ini menjadi istrimu, bukanlah “penyayang anjing” – tapi aku tetap menyambutnya saat dia bergabung, mencoba untuk menunjukkan kasih sayangku, dan mentaatinya. Aku bahagia karena engkau bahagia. Kemudian seorang bayi mungil hadir dan aku juga merasakan kegembiraanmu. Aku terkagum dengan kulitnya yang kemerah-merahan, aroma tubuh mereka, dan aku juga ingin mengasuh mereka juga. Tapi engkau dan istrimu khawatir aku menyakiti mereka, dan akhirnya aku menghabiskan hari-hariku terasing di ruangan lain, atau di dalam kandang. Oh, betapa aku ingin mencintai mereka, tapi aku hanyalah seorang “tawanan cinta”.

ImageKetika mereka mulai tumbuh besar, aku menjadi teman mereka. Mereka berpegangan pada buluku dan mencoba berjalan dengan terhuyung-huyung, menyodokkan jari mereka di mataku, memainkan telingaku dan mencium hidungku. Aku mencintai segalanya tentang mereka, terutama sentuhan mereka – karena sentuhanmu sangat jarang saat ini – dan aku akan mempertahankan mereka dengan nyawaku bila diperlukan.

ImageAku akan menyelinap ke tempat tidur mereka dan mendengarkan nafas mereka saat mereka bermimpi. Bersama-sama kami menunggu suara mobilmu saat engkau pulang. Ada saat di mana ketika orang lain bertanya apakah engkau memelihara anjing, engkau menunjukkan fotoku dari dompetmu dan menceritakan tentangku kepada mereka. Beberapa tahun belakangan, engkau hanya menjawab “ya” dan mengganti topik pembicaraan. Aku telah berubah status dari “anjingmu” menjadi hanya “seekor anjing”, dan engkau mulai mengeluhkan pengeluaran-pengeluaran yang disebabkan olehku.

Sekarang engkau mendapatkan pekerjaan baru di kota lain dan engkau dan keluargamu akan pindah ke apartemen yang tidak mengijinkan adanya peliharaan. Engkau membuat keputusan yang benar untuk “keluarga”-mu, tapi ada saat di mana aku adalah “keluargamu satu-satunya”.

ImageAku gembira saat engkau mengajakku berkendara dengan mobilmu, sampai saat kita tiba di sebuah penampungan binatang. Aku mencium aroma anjing, kucing, ketakutan, keputusasaan. Engkau mengisi formulir dan berkata “Aku tahu kalian akan mendapatkan majikan dan rumah baru baginya.” Mereka mengangkat bahu dan menatapmu dengan pandangan pedih. Seakan mereka sudah tahu kenyataan yang akan terjadi pada anjing atau kucing “tua”, walaupun dilengkapi surat-surat.

ImageEngkau harus memaksa anakmu untuk melepaskan tali leherku saat dia berteriak “Jangan Ayah! Jangan biarkan mereka mengambil anjingku!” Dan aku khawatir padanya dan pelajaran yang sedang kau ajarkan kepadanya mengenai persahabatan dan kesetiaan, tentang cinta kasih dan tanggungjawab, dan tentang menghargai kehidupan. Engkau memberikanku “tepukan” selamat tinggal di kepalaku, menghindari tatapanku, dan melepaskan tali kekangku dari tanganmu. Engkau memiliki waktu yang terbatas dan sekarang aku juga memiliki batas waktuku sendiri.

ImageSetelah engkau pergi, kedua wanita tadi berkata engkau seharusnya mengetahui akan hal ini beberapa bulan yang lalu tapi tidak melakukan apa-apa untuk mencarikan aku majikan dan rumah baru. Mereka menggelengkan kepala dan bertanya “Mengapa engkau melakukannya?”

 

ImageMereka sangat perhatian kepada kami di penampungan, karena memang itu tugas mereka. Dan mereka memberi kami makan, tentu saja, tapi aku sudah kehilangan nafsu makan beberapa hari yang lalu. Awalnya, ketika seseorang lewat di depan kandangku, aku memburu ke depan, berharap itu adalah engkau – bahwa engkau berubah pikiran – bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk… atau aku berharap itu adalah seseorang yang peduli, siapa pun yang mungkin menyelamatkanku. Ketika aku menyadari kalau aku tidak dapat bersaing dengan tingkah lucu dari anak-anak anjing yang masih senang bermain, yang tidak memperdulikan akan nasib mereka saat itu, aku mundur ke sudut kandang dan menunggu.

ImageAku mendengar langkah seorang wanita menghampiriku di akhir hari itu dan aku mengikutinya sepanjang gang menuju sebuah ruangan. Ruangan yang sepi dan menyenangkan. Dia menempatkanku ke atas sebuah meja, menggosok telingaku dan memberitahuku untuk tidak khawatir. Jantungku berdetak penuh antisipasi akan apa yang akan terjadi, tapi aku juga merasakan kelegaan. “Tawanan cinta” telah kehabisan waktu. Berhubung ini adalah hal alami bagi kaumku, aku lebih mengkhawatirkan perasaan wanita ini. Beban yang dia pikul begitu berat dan aku mengetahuinya, sama seperti aku tahu setiap suasana hatimu.

ImageDengan lembut dia memasang alat di kaki-kakiku saat air mata mengalir di pipinya. Aku menjilati tangannya, seperti yang aku lakukan saat menghiburmu beberapa tahun yang lalu. Dia menyuntikkan jarum suntik ke dalam nadiku. Saat aku merasakan jarum suntik menusukku dan cairan dingin mulai mengaliri tubuhku, aku berbaring dengan lemah, menatap matanya dan berbisik “Mengapa engkau melakukannya?”

ImageSeakan dia mengerti bahasaku, dia berkata “Maafkan aku.” Dia memelukku dan dengan cepat berkata bahwa itu sudah menjadi tugasnya untuk memastikan aku mendapatkan tempat yang lebih baik, di mana aku tidak akan diabaikan atau disakiti atau ditelantarkan, atau aku harus berjuang sendirian – sebuah tempat penuh kasih sayang dan cahaya terang yang sangat berbeda dari dunia yang fana ini. Dengan kekuatan terakhirku, aku mencoba menyampaikan kepadanya dengan menggoyangkan ekorku, bahwa pertanyaan “Mengapa engkau melakukannya” yang aku ajukan bukanlah ditujukan kepadanya. Pertanyaan itu adalah untukmu, majikanku tersayang, yang aku pikirkan. Aku akan memikirkanmu dan menunggumu selamanya.

dog 07

Semoga semua yang kau kenal tetap memberikan kesetiaan kepadamu di sepanjang hidupmu.

What NOT to Do with Your Dog (Free Indonesian Translation by Liung’s)

Judul asli: Human to Dog No-No’s: What NOT to do with your dog
url asli : http://www.dogbreedinfo.com/articles/humandognonos.htm

Sejak saya benar-benar mengerti tentang psikologi anjing, saya memperhatikan bagaimana manusia berinteraksi dengan anjing-anjing di sekitar mereka. Seringkali, komunikasi antara anjing dan manusia “tidak nyambung”. Menyadari bahwa orang biasanya tidak mau mendengar saran dari orang lain yang tidak mereka kenal, saya berharap tidak melihat mereka berinteraksi dengan anjing mereka sebab berat bagi saya untuk melihat tapi tidak bisa membantu. Saya memutuskan untuk menuliskan apa yang saya lihat dengan harapan dapat membantu mereka mengerti bagaimana berkomunikasi dengan anjing mereka. Daftar ini akan ditambahkan sewaktu-waktu.

  1. Anjing Anda berlari ke jalanan. Anda keluar dari rumah, berhenti di depan pintu dan mulai berteriak-teriak kepada anjing Anda dengan penuh emosi. Anjing Anda mengabaikan Anda. Anjing tidak mendengarkan makhluk tidak stabil. Ketika seekor anjing ingin memberitahukan sesuatu kepada anjing lain, mereka tidak berteriak-teriak.
  2. Anjing Anda menggonggong ke arah Anda mengharap diberikan makanan yang sedang Anda makan. Anda memberikannya sepotong makanan. Dalam dunia anjing, ini sangat kurang ajar.   Anggota kelompok yang lebih rendah tidak akan pernah bermimpi dapat menggonggong kepada pemimpinnya yang sedang makan.
  3. Anjing Anda melihat anjing lain dan mulai menggongong. Anda mengatakan “No” dan mulai mengelus-elus kepala anjing Anda. Tindakan ini sebenarnya mengatakan: “Anjing pintar”. Ini membingungkan si anjing.
  4. Anjing Anda dengan tali kekang, menarik tali dengan kencang untuk mengendus2 ke mana pun dia mau saat Anda sedang berbicara dengan orang lain. Ini adalah perilaku yang buruk. Mengatur anjing Anda untuk menunggu dengan sabar akan memberikan anjing Anda tantangan mental, ini yang dibutuhkan semua anjing.
  5. Anda berniat mengoreksi anjing Anda dengan meneriakkan namanya berulang-ulang tanpa benar-benar memberikan bahasa tubuh secara langsung kepadanya. Anjing Anda tidak akan pernah tahu apa mau Anda. Ini akan sia-sia. Bila ingin berkomunikasi dengan anjing Anda, Anda harus “berbahasa” anjing, bukan berbahasa manusia.Dan satu hal yang penting, Anda memanggil “nama” anjing Anda hanya jika berhubungan dengan hal positif atau sesuatu yang baik.
  6. Anda memperbolehkan anjing kecil Anda menyambut tamu dengan meletakkan cakarnya pada kaki tamu Anda. Dalam dunia anjing, ini bukan cara terhormat untuk menyambut makhluk lain. Tidak peduli apakah anjing Anda seekor mini pinscher atau pun seekor great dane. Ketika anjing terus bersandar pada Anda, menempatkan kakinya pada Anda, atau menyentuh Anda dalam berbagai cara, ini bukan berarti dia menyayangi Anda. Dia sedang menunjukkan dominasinya pada Anda. Dalam dunia anjing, ruang gerak (space) adalah rasa hormat. Anjing yang terus mendorong dan bersandar pada Anda, tidak hanya berarti dia tidak menghormati Anda, tapi juga akan menjadi “alpha” (pemimpin kelompok).
  7. Anda mengoreksi anjing Anda lama setelah perbuatan itu dilakukan dan saat anjing Anda telah memikirkan hal lain. Itu akan membuat dia bingung karena dikoreksi atas perbuatannya saat itu (bukan perbuatan sebelumnya). Di saat Anda melakukan koreksi, anjing Anda akan berpikir sedang dikoreksi atas perbuatannya “saat itu”.
  8. Anda hanya “kadang-kadang” mengoreksi anjing Anda. Menggonggong, diperbolehkan. Menggonggong, namanya diteriaki. Tapi tidak pernah ada koreksi “sebenarnya”, tidak ada bahasa tubuh. Tidak ada konsistensi, tidak ada tindak lanjut, tidak ada komunikasi yang sebenarnya. Saat Anda tidak konsisten, anjing Anda akan mengerti bahwa “terkadang” hal itu diperbolehkan, dan semakin lama akan semakin sulit mengoreksi dia. Satu hal lagi, jangan gunakan nama anjing Anda pada saat Anda melakukan koreksi.
  9. Anjing Anda dengan tali kekang, berjalan sedikit di depan Anda. Anda berharap dia akan mengabaikan anjing lain pada saat dia “sedang memimpin”. Ini memberikan berbagai persepsi pada anjing Anda : kamu adalah pemimpin saya, tapi kamu harus mendengarkan apa yang saya katakan.
  10. Anda sedang berjalan dengan anjing Anda. Setiap Anda menghampiri pintu, pagar, atau apapun, anjing Anda lebih dulu mengendus2 terlebih dahulu. Mengendurkan tali kekang adalah tindakan yang salah. Anda harus membuat anjing Anda mundur dan membiarkan Anda yang memberikan sinyal kepadanya.
  11. Anda membuat anjing Anda menunggu sebelum Anda melangkah terlebih dahulu daripada anjing Anda pada saat keluar/masuk, tapi tidak pernah konsisten (memang anjing Anda berhenti, tapi dengan posisi tegang dengan moncong tetap di ambang pintu, menunjukkan bahwa dia tidak setuju dengan maksud Anda). Buat anjing Anda mundur dan santai sebelum Anda mengijinkan anjing Anda lewat.
  12. Anda mengangkat anjing Anda dan menggendongnya. Dia meronta dan Anda melepaskannya. Ini menunjukkan dominasi anjing Anda. Anjing yang menganggap Anda pemimpin, tidak akan memberontak ketika digendong atau diangkat.
  13. Anjing Anda menggonggongi anjing lain. Anda mengoreksinya dengan mengatakan “No”. Anjing Anda memalingkan kepalanya dari Anda. Anda memegang kepala anjing Anda untuk membuatnya melihat Anda, berpikir bahwa dia harus melihat Anda pada saat Anda berbicara kepadanya. Padahal sebenarnya anjing menghindari kontak mata berarti dia tidak ingin menantang Anda. Dalam dunia manusia, kontak mata pada saat berbicara adalah sikap hormat, tapi di dunia anjing kontak mata berarti menantang.
  14. Anda sedang membawa anjing mungil Anda, dia menggonggong dan menggeram kepada orang lain. Anda tertawa, memegang moncong anjing Anda dan mengatakan “stop” dengan tekanan suara yang netral. Sikap Anda (tertawa dan berbicara dengan nada netral) akan dianggap sebagai pujian oleh anjing Anda. Anjing Anda akan lebih keras menggonggong dan menggeram. Biasanya manusia berpikir gonggongan dan geraman dari anjing kecil adalah lucu dan tidak berbahaya.
  15. Anjing Anda sedang berada di pangkuan Anda, lalu dia menggonggong pada orang yang lewat. Anda mendekatkan dia ke tubuh Anda bermaksud untuk mendiamkan dia. Anda sebenarnya sedang “mengapresiasi” gonggongan dia dan mendorongnya untuk terus menggonggong.
  16. Anjing Anda sedang berada di pangkuan Anda, lalu menggonggong pada anjing lain. Anda mencoba mendiamkan dia dengan menutupi mata dia. Itu hanya akan meningkatkan perilaku dia (baik gembira maupun marah), karena anjing tidak perlu mata untuk mengetahui ada anjing lain. Mereka bisa merasakan, mencium baunya, dan mendengarnya.
  17. Anjing Anda sedang berada di pangkuan Anda, lalu dia menggonggong pada anak-anak yang lewat berlarian. Anda memeluk anjing Anda, sementara memukul moncongnya. “Kasih Sayang/Apresiasi” sambil “dihukum” ??
  18. Anjing Anda dalam keadaan bersemangat & dominan, menggonggong kepada orang & anjing lain yang lewat saat dia sedang berada di pangkuan Anda. Anda memeluknya, menciumnya, dan menggosok belakang telinganya sambil memberitahuan anjing Anda dengan bahasa manusia: “be good, ok?” atau “diam, sayang..”. Bahasa manusia tidak berarti apa-apa bagi anjing. Bentuk sayang Anda (memeluk dll) mengatakan bahwa Anda setuju dengan perilaku & perasaan dia saat itu, yaitu bersemangat & dominan adalah “good dog”.
  19. Anda menahan anjing Anda di bagian dada pada saat dia menggonggong, hanya membuat dia lebih tegang.
  20. Anda memegang moncong anjing Anda untuk membuatnya diam. Ini hanya membuat dia lebih tegang.
  21. Anjing Anda berada terlalu jauh dan Anda memanggilnya. Anjing Anda menundukkan kepalanya dan kembali kepada Anda. Ketika dia tiba, Anda memukul anjing anda dan berkata “Jangan ke sana!”. Anda sebenarnya mengatakan “Jangan kembali ke sini!”
  22. Anda sedang berjalan bersama anjing Anda, anjing lain datang dengan berlari-lari. Anjing Anda melompat dan meletakkan kaki depannya ingin meraih anjing lain sambil menggeram. Anda menenangkan anjing Anda dengan menepuk-nepuknya dan berkata “It’s OK, tidak apa-apa”. Anda sebenarnya mengatakan bahwa berperilaku demikian adalah baik. Anjing Anda kemungkinan besar akan menjadi anjing yang agresif.
  23. Seringkali kita mencoba memenangkan anjing yang agresif dengan memberikan pujian dan kasih sayang. Kalau seseorang berkata manis kepada anjing yang sedang dalam keadaan agresif atau difensif, itu sama saja mengatakan “good dog, saya setuju dengan perasaan & perilaku kamu”. Makanan hanya boleh diberikan pada saat anjing dalam keadaan perilaku baik. Ingat, bagi seekor anjing, saat anda memberikan hadiah (mengelusnya, memberikan makanan/snack), berarti pada saat itulah Anda setuju dengan perilaku anjing Anda.
  24. Anda sedang berjalan-jalan dengan keluarga Anda, dengan anak-anak, dan mengijinkan anjing anda berjalan di depan anak Anda (baik saat berjalan kaki maupun menggunakan stroller). Ini berarti menempatkan anjing Anda berada di atas anak Anda dalam hirarki kelompok.
  25. Contoh dari kesalah-kaprahan: Anjing sedang terluka dan akan dibiarkan sendiri sejenak. Ketika pemilik datang anjing tersebut mulai bersemangat, tapi pemilik tersebut memasukkan anjing tersebut ke dalam kandang untuk mencegah cidera lebih jauh. Tamu Anda bertanya apakah anjing Anda akan merasa dihukum. Sama sekali tidak, karena tidak ada yang berteriak. Anjing tidak akan merasa sedih atau menyesal, dan tidak akan merasa dihukum. Dia hanya berada di dalam kandang. Tapi kalau ada manusia yang merasa kasihan melihat anjing tersebut di dalam kandang, anjing tersebut akan menangkap perasaan yang lemah tersebut, dan kemungkinan akan menghubungkan kandang dengan sesuatu yang negatif.
  26. Contoh dari kesalah-kaprahan: Anjing sedang terluka. Seseorang melihat anjing lain berbaring dekat kandang anjing yang terluka tersebut, dan berkata bahwa anjing kedua kelihatan khawatir dengan anjing yang terluka tersebut. Dalam kenyataan dunia anjing, anjing kedua hanyalah letih dan ingin tidur. Orang yang menganggap anjing tersebut khawatir, merasa kasihan, dan akan “terlihat” lemah oleh kedua anjing tersebut.
  27. Di sebuah klinik hewan, di dalam ruang tunggu ada seekor anak anjing Great Dane berumur 12 minggu, sangat lucu dengan cakar besar dan telinga yang lebar, melompat-lompat ke pemiliknya saat mereka sedang duduk, dan kemudian mendapatkan kasih sayang (elusan dsb). Anak anjing ini tidak sedang diajari untuk bersikap hormat. Ketika anjing ini tumbuh dewasa, pemiliknya akan kesulitan mengajari anjing ini.
  28. Seorang wanita sedang mengunjungi temannya. Temannya memiliki German Sheperd (herder) berusia setahun. Ketika tiba, anjing tersebut melompat kepadanya. Pemiliknya menyuruh anjing itu tenang. Kemudian anjing tersebut melompat kepadanya dari belakang, dan sekali lagi pemiliknya menyuruh anjing itu tenang. Beberapa menit kemudian anjing tersebut melompat lagi untuk yang ketiga kalinya, dan menggigit lengannya. Pemiliknya menghubungi tempat pelatihan anjing yang terkenal. Pelatih anjing menyuruh pemilik tersebut untuk mengunci anjing tersebut di kandang selama sisa hari, supaya si anjing mengetahui kalau dia berperilaku demikian, dia akan dikunci di kandang. Itu adalah saran yang salah. Anjing hidup hanya pada saat ini. Dia sudah tidak ingat lagi tentang wanita yang dia ganggu & gigit. Menguncinya seharian di kandang untuk membuatnya memikirkan apa yang telah dia lakukan hari itu, dan berharap dia memperbaiki perilakunya, sangatlah menyimpang dari cara berpikir anjing. Pelatih anjing seperti ini mungkin bagus dalam melatih anjing melakukan trik, tapi mereka tidak akan pernah bisa memperbaiki perilaku anjing dengan pengetahuan yang minim mengenai perilaku alami anjing. Pemilik anjing tersebut perlu menghubungi pawang anjing, bukan pelatih anjing.
  29. Ketika sedang berjalan-jalan saya sering melihat pemilik anjing berusaha mengajari anjing mereka untuk mengabaikan anjing saya dengan berhenti dan “mengunci” anjing mereka di sudut. Beberapa pemilik anjing terus-menerus meletakkan makanan di depan anjing mereka sambil menyuruh “diam”, beberapa pemilik lain menggunakan “koreksi” untuk membuat anjing mereka diam. Apa yang mereka sebenarnya ajarkan adalah: melewati anjing lain adalah “peristiwa besar”. Yang seharusnya Anda lakukan adalah melewati anjing lain “bukanlah hal besar” dan tetap berjalan. Anda mau memberikan makanan sebagai “pengalih”, atau cara apapun, pastikan untuk terus bergerak. Berhenti dan menganggap itu adalah “hal besar/penting”, akan menciptakan “antisipasi” (waspada). Cara itu hanya akan mengajarkan anjing Anda bahwa anjing lain adalah hal yang perlu diwaspadai. Ketika Anda terus berjalan, Anda mengalihkan perhatian anjing Anda kepada hal lain.
  30. Ketika Anda pulang dari berpergian jauh atau lama, jangan melakukan “happy dance” dengan anjing Anda. Seekor anjing tidak melihat sesuatu sebagaimana kita melihat. Bagi kita, itu adalah “happy dance”. Bagi anjing, itu adalah perilaku “heboh/gembira”, di mana mereka melihat salah satu pengikutnya “mendorong” mereka untuk menjadi pemimpin. Anjing melompat ke seluruh anggota kelompok yang memberikan energi lemah, jadi bila anjing Anda melompat kepada Anda, itu berarti Anda berada di posisi yang lemah. Anda membungkuk dan memuji anjing tersebut, membuatnya menjadi dominan. Tarian adalah bagi manusia, sesuatu yang disukai manusia. Ini bukanlah sesuatu yang dibutuhkan atau didambakan oleh seekor anjing.

Bedanya Kutub Utara dan Kutub Selatan

Sebagian di antara Anda pasti sudah tahu bahwa penguin hanya ditemukan di Kutub Selatan. Jangan harap bertemu burung yang kelihatan imut-imut itu di kutub utara.

Meski serupa, sama-sama daratan di ujung planet Bumi yang didominasi es, kutub utara dan kutub selatan menyimpan banyak perbedaan. Penguin hanya salah satu contoh perbedaan saja.

Wilayah es Arktik di kutub utara pada dasarnya merupakan lautan beku yang dikelilingi daratan yang sering disebut lingkaran Arktik (Arctic Circle). Sebaliknya, Antartika di kutub selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan.

Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia. Maka jangan heran kalau Pangeran Mohammed Al Faisal dari Saudi Arabia pernah berencana mengangkut 100 juta ton es dari Antartika ke negaranya.

Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius. Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius.

Karena suhu yang lebih hangat ini, terbentuknya lubang ozon di atas  kutub utara tidak separah kutub selatan. Sebab, suhu yang lebih hangat menyebabkan pembentukan awan stratosfer yang merusak lapisan ozon lebih sedikit. Meski demikian, lapisan stratosfer di atas kutub utara mengalami pendinginan dari tahun ke tahun sehingga lubang ozon semakin besar. Mungkin tak akan sebasar lubang ozon di Antartika yang mencapai luas benua Eropa.

Daratan es yang didominasi lapisan es tipis di Arktik lebih mudah retak saat musim panas tiba. Bahkan, laporan terakhir menyebutkan, retakan es telah melanda seluruh bagian Arktik saat tiba musim panas. Di Antartika retakan lapisan es melanda wilayah-wilayah tepian saja namun sekali lepas, pulau es yang mengapung bisa berlayar dari Antartika sampai ke Selandia Baru.

Sampai saat ini, wilayah Kutub Utara masih menjadi rebutan di antara negara-negara adikuasa. Russia sudah buru-buru mengklaim kekuasaannya di kutub utara dengan menancapkan bendera di dasar perairannya tahun lalu. Russia sudah menyipakan pengeboran gas di Lomonosov Ridge, barisan pegunungan bawah laut pada kedalaman 1920 meter untuk memperoleh 10 miliar ton gas.

Tetapi, AS juga tak mau kalah dengan mengirim kapal pemecah es Coast Guard untuk memetakan kembali batas wilayahnya di Alaska sebelum lapisan es di sana terus menyusut karena pemanasan global.  Badan Survei Geologi AS memperkirakan terdapat kandungan minyak di bawah Arktik sampai seperempat kandungan minyak dunia.

Meski Kutub Selatan diperkirakan juga menyimpan minyak terutama di sekitar Laut Ross, kemungkinan ditambang saat ini sangat kecil. Antartika telah mendapat perlindungan sesuai Traktat Antartika yang melarang siapapun melakukan segala bentuk eksplorasi minyak dan menjadikan Antartika kawasan damai serta riset bersama.

Sepanjang sejarah, Antartika memang tidak pernah dikuasai siapapun dan tidak ada penduduk asli di sana. Kontras sekali dengan wilayah lingkaran Arktik yang terdapat beberapa kota berpenduduk seperti Barrow di Alaska, Tromso, Norwegia, serta Muramansk dan Salekhaard, Russia. Di kutub utaralah orang-orang Eskimo bermukim.

Selain itu juga, hanya di Arktik saja beruang kutub bisa ditemukan secara alami. Mungkin ini juga alasan paling kuat mengapa penguin yang hanya ditemukan di kutub selatan tidak pernah menggunakan sayapnya untuk terbang. Hidup di wilayah kekuasaan masing-masing, penguin dan beruang kutub sama-sama makan ikan dan menempati puncak rantai makanan.

Sumber : www.kompas.com, 21 Januari 2008

Menyelamatkan CD/DVD yang rusak

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan telp dari kakak saya. Dia mengatakan bahwa ayah saya salah menulis data di CD milik orang lain. FYI, ayah saya memiliki toko foto, yang melayani cetak foto digital.

Kronologisnya begini: ada seorang pelanggan yang ingin mencetak dari CD yang dia bawa. Pada saat ayah saya sedang mengakses CD tsb, ada pelanggan lain yang datang yang mau foto. Jadi pelanggan yang mau foto didahulukan. Biasanya setelah foto & dicetak, file foto tsb di burn ke CD kosong untuk diberikan ke pelanggan tsb. Nah, di sini masalah terjadi. Kalau CDROM dalam keadaan kosong, biasanya pada saat mau burn CD (menggunakan software Nero), CD tray keluar meminta CD kosong dimasukkan. Berhubung di dalam CDROM sudah ada CD (dari pelanggan pertama), proses burning langsung berjalan. Panik, ayah saya langsung menghentikan proses burning (entah dengan mengeluarkan CD tray atau menutup program Nero). Alhasil CD dari pelanggan pertama tadi sama sekali tidak bisa dibaca (komputer hanya menampilkan data kosong) karena proses burning tidak sempurna.

Berhubung saya tidak tinggal serumah dengan ayah, sedangkan kalau menunggu sampai saya bisa ke sana di hari Sabtu terlalu lama, akhirnya saya meminta kakak saya mencari di internet dengan kata kunci “freeware CD recovery”. Pertama-tama kakak saya menemukan software “CD Recovery Toolbox”. Setelah tik-tok beberapa kali via telp tidak berhasil, akhirnya saya juga mencoba di rumah. Setelah searching sejenak, pilihan saya jatuh pada software Isobuster (www.isobuster.com). Software ini ada 2 versi, versi gratis & berbayar (USD 29.95). Saya tidak sempat mereview lagi apa bedanya versi gratis vs berbayar, dan apakah ini versi demo atau ada time limit untuk versi gratisnya. Yang penting coba dulu. Setelah saya guide lagi kakak saya via telp (saya juga menginstall di komp rumah soalnya agak sulit kalau meng-guide tanpa melihat langsung juga), akhirnya CD tsb berhasil diambil datanya (proses recovery nya : data disimpan di harddisk local untuk kemudian di-burn ke CD lain yang masih baru/kosong).

Setelah problem ayah saya beres, saya jadi teringat punya VCD film yang pernah saya beli waktu kuliah dulu (> 10 tahun yang lalu) yang sekarang tidak terbaca sama sekali, baik di VCD/DVD player maupun CDROM komputer, dikatakan media tidak dikenal. Padahal itu koleksi saya & tidak ada lagi di pasaran. Penasaran, saya coba me-recover CD tsb menggunakan Isobuster. Ternyata BISA!!! :D

Wah, ternyata ada hikmahnya juga ayah saya mendapatkan problem ^_^

Saya juga mencoba software tersebut untuk DVD film yang pernah ingin saya backup tapi tidak berhasil (error di akhir proses membaca data). Ternyata bisa juga :) Software tsb memang membaca CD/DVD per sector, tidak seperti Windows/aplikasi/DVD player yang membaca headernya dahulu untuk mengenali jenis media tsb. Jadi di saat Windows/aplikasi/DVD player tidak bisa membaca media, software ini masih bisa membaca (bukan mengenali jenis media, tapi membaca isi datanya). Nah, memang sepertinya tidak akan bisa 100% bisa di-recover, yang pasti kalau ada sector yang tidak bisa dibaca, software tersebut akan melewatinya. Tapi untuk film rasanya tidak akan banyak berpengaruh kalau ada beberapa detik yang hilang. Entah kalau data yang di-recover adalah lagu / foto, saya belum pernah mencobanya. Untuk kasus ayah saya, bukan medianya yang rusak/cacat tapi headernya akibat proses burning di-interupsi, jadi semua file foto masih bisa diselamatkan.

Untuk caranya, mudah sekali kok. Tinggal panggil aplikasinya, masukkan CD yang mau di recover, nanti di layar aplikasi akan muncul data2 yang “terbaca” oleh dia, terus kita tinggal klik proses, memilih folder tujuan (tempat data yang di-recover akan disimpan), terus tinggal tunggu proses selesai.

Selanjutnya saya masih penasaran apakah bisa me-recover DVD yang lapisan nya sudah pudar/menghilang (problem DVD sekarang : lambat laun lapisan CD nya bisa hilang -_-a dan tidak bisa di-play lagi )

VB6: Memeriksa Apakah Suatu Field Ada Dalam Sebuah Table

Terkadang dalam membuat program, kita harus menambahkan / mengurangi satu atau beberapa field di dalam sebuah tabel database, sedangkan kita tidak bisa menambahkan field tersebut secara manual (misalnya lokasi customer kita jauh).

Untuk memeriksa apakah suatu field sudah ada dalam sebuah table, kita bisa menggunakan function berikut :

Private Function FieldSudahAda(strField As String, rs As ADODB.Recordset) As Boolean
     Dim objField As Field
     For Each objField In rs.Fields
          If UCase(objField.Name) = UCase(strField) Then
               FieldSudahAda = True
               Exit Function
          End If
     Next
     FieldSudahAda = False
End Function

Function di atas dipanggil (dengan format : FieldSudahAda(NamaField, NamaRecordset) apabila kita ingin memeriksa apakah suatu field sudah ada dalam table atau belum, dengan mengirimkan hasil FieldSudahAda = True/False. Misalnya saya membuat tombol untuk dengan property name “cmdPeriksaField” :

Private Sub cmdPeriksaField_Click()
     Dim strYesNo As String

     If rsTMP.State = adStateOpen Then rsTMP.Close

     strSQL = “select * from master_barang”
     rsTMP.Open strSQL, dbConnection, adOpenStatic, adLockOptimistic

     If FieldSudahAda(“kode_barang”, rsTMP) = False Then
          MsgBox “Field kode_barang belum ada”
     Else
          MsgBox “Field kode_barang sudah ada”
     End If
End Sub

Nah, tinggal apa yang ingin kita lakukan setelah memeriksa field tersebut sudah ada atau belum. Kalau kita ingin menambahkan field yang belum ada, codingnya seperti ini :

Dim StrQuery as String

StrQuery = “alter table master_barang add column kode_barang varchar(10)”

dbConnection.Execute StrQuery

Sedangkan kalau kita ingin menghapus field yang sudah ada, codingnya seperti ini :

Dim StrQuery as String

StrQuery = “alter table master_barang drop column kode_barang”

dbConnection.Execute StrQuery

Bahaya Mengendarai Motor

Sama seperti halnya PERINGATAN disertakan di setiap produk rokok, sepertinya setiap produk motor juga harus menyertakan PERINGATAN seperti ini:

PERINGATAN

Mengendarai motor dapat menyebabkan gangguan kesehatan, buta warna dan kerusakan otak

Soalnya dari pengamatan saya pribadi, kecenderungan pengendara motor adalah semakin lama dia mengendarai motor, semakin parah gangguan kesehatan yang dialami pengendara. Berikut ciri-cirinya :

1. Tidak bisa membedakan lampu merah / kuning / hijau. Jadi mereka berhenti dengan mengandalkan kendaraan lain (kalau kendaraan dari arah kiri-kanan ramai berarti berhenti, kalau tidak berarti jalan terus, atau kalau kendaraan lain berhenti dia juga ikut berhenti)

2. Tidak bisa melihat garis batas lampu merah & zebra cross. Kalau berhenti (bukan karena lampu merah tapi karena poin nomor 1 dia atas), mereka cenderung memajukan kendaraannya sedekat mungkin dengan kendaraan dari kiri-kanan yang lalu lalang. Orang yang ingin menyeberang zebra cross harus extra hati-hati karena motor tidak bisa melambat apalagi berhenti di zebra cross. Kalau “maksa” nyebrang juga, klakson yang berbicara. Jadi orang yang ingin menyeberang harus secepat mungkin kalau tidak ingin diklakson atau tertabrak motor

3. Kepala menjadi semakin keras, jadi tidak perlu mengenakan helm. Belum diketahui secara jelas apakah ini membawa dampak baik atau buruk

4. Tidak bisa membedakan arah sehingga seringkali pengendara motor berjalan melawan arah, memutar di sembarang tempat, bahkan di tempat yang seharusnya dilarang memutar

5. Tidak bisa membedakan antara jalan (raya) dengan trotoar

6. Tidak bisa melihat lampu sein kendaraan lain dan kesulitan menginjak rem, sehingga seringkali menyulitkan kendaraan lain yang ingin belok ke kiri karena motor yang dari sebelah kiri lewat terus

6. Tekanan darah naik, ditandai dengan seringnya membunyikan klakson kalau pengendara motor harus melambat atau berhenti

Tapi dari kecenderugan gangguan otak di atas, ada indikasi meningkatnya ketajaman penglihatan pada pengendara motor. Ini terbukti pada beberapa pengendara motor yang ternyata tidak perlu menyalakan lampu motornya di malam hari.

Kisah Nyata ?

Pada tahun 1899, di Austria, tepatnya di city of Linz, seorang bernama Gearl Zaitz merasa sangat takut dan gelisah karena telah beberapa malam belakangan ia selalu tidur dengan mimpi buruk.

Dalam mimpinya, ia berulang kali melihat pembunuhan, pembantaian dan banjir darah di mana-mana. Tidak tahan oleh ketakutan yang mencekam perasaannya dan yang selalu mengganggu pikirannya,ia mendatangi Alois Muller, seorang “dukun” yang dikenal bisa meramal dan menjelaskan makna mimpi. Dengan nada sedih dan suara yang dalam Muller mengatakan bahwa mimpi itu artinya hidup Zaitz lah yang suatu saat kelak akan menyebabkan banjir darah, pembantaian dan terbunuhnya ribuan bahkan ratusan ribu nyawa manusia.

Perasaan sedih Zaitz tidak lagi tertahankan. Baginya lebih baik mati daripada hidup justru menyebabkan terbunuhnya orang lain. Demikianlah akhirnya, Zaitz memutuskan bunuh diri dengan jalan terlentang di lintasan kereta api. “Dari pada aku menyebabkan terbunuhnya banyak orang, biarlah banyak orang yang membunuhku,” pikirnya.

Baru saja ia merebahkan badannya, alangkah terkejutnya ketika ia menoleh ke arah datangnya kereta api, seorang bocah berusia sekitar 10 tahun tengah melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan. Karena tidak ingin “menyebabkan” orang terbunuh, maka ketika kereta telah semakin dekat, buru-buru ia lari dan menyelamatkan si bocah malang. Kereta api telah lewat dan si bocah berhasil ia selamatkan. Ada perasaan tenteram bercampur bahagia yang sulit ia ungkapkan.

Gangguan mimpi buruk itupun lenyap seketika. Kini ia merasa sangat tenang dan tenteram. Ia memutuskan untuk membatalkan “acara” bunuh dirinya dan menganggap bahwa apa yang dikatakan Muller hanya omong kosong belaka. Berbuat baiklah ternyata yang mampu menentramkan hatinya.

Nyatanya, Zaitz memang hidup tenang sebagai petani di desa kecil Lambach, tidak jauh dari Linz. Sampai akhirnya hayatnya ia tidak pernah tahu bahwa anak yang ia selamatkan itu tidak lain adalah orang yang kelak dikenal dengan nama Adolf Hitler.

Tergelitik untuk menguji kebenaran berita di atas, saya mencoba search di google dengan kata kunci “Gearl Zaitz”, dan di 3 halaman pertama hasil pencarian google, semuanya menampilkan cerita ini, dan semuanya dalam versi bahasa Indonesia. What the …? Kalo memang ini cerita fiktif pun, kenapa nggak ada versi bahasa lain?

Lebih jauh, saya coba search lagi kata “Adolf Hitler”, dan saya baca di wikipedia, diterangkan bahwa Hitler dilahirkan di Austria, tapi pindah ke Jerman di usia 3 tahun. Jadi, anak 10 tahun yang mencoba bunuh diri di rel kereta di atas siapa dong? >> edited later: setelah baca lebih detil, ternyata usia 3 tahun Hitler pindah ke Jerman, tapi tahun 1894 pindah lagi ke Leonding, dekat Linz, lalu tahun 1897 pindah ke Lambach. Jadi ini masih wilayah Austria.

Oh iya, satu lagi.. Dalam cerita di atas nama Alois Muller adalah seorang “dukun”. Faktanya, nama ayah Adolf Hitler adalah Alois Hitler.

Jadi, apakah ini kisah nyata? Rasanya sih meragukan.. ^_^

VB6: Membuat Game Mastermind (number) dalam 20 Menit

Pernah tahu game mastermind? Permainan menebak warna dan posisi dengan benar. Nah, iseng2 saya mencoba membuat game ini dari VB6. Ini adalah versi sederhana, dan menggunakan angka, bukan warna.

Pertama2, buat new form standard exe di VB6 Anda. Letakkan 4 buat TextBox, 3 buah Label & 1 buah Command Button, tampilannya kira2 seperti ini :

Ubah properties dari kontrol2 tsb :

* TextBox pertama : Name = txtAngka ; Index = 1

* TextBox kedua : Name = txtAngka ; Index = 2

* TextBox ketiga : Name = txtAngka ; Index = 3

* TextBox keempat : Name = txtAngka ; Index = 4

* Label pertama : Name = lblAngka_benar

* Label kedua : Name = lblPosisi_benar

* Label ketiga : Name = lblPercobaan

* Command Button : Name = cmdPeriksa ; Caption = Periksa Jawaban

Untuk ukuran kontrol & font, silakan ubah sesuai keinginan Anda.

Untuk codingnya, berikut detil beserta penjelasannya :

1.  Di bagian general, tambahkan code berikut :

Option Explicit 

Dim Soal as String

Dim Jml_mencoba as Byte

Penjelasan :

  • Option Explicit digunakan supaya setiap variable yang kita gunakan dalam aplikasi yang kita buat, harus dideklarasikan terlebih dahulu. Mengapa kita perlu Option Explicit? Silakan tanya sama Om Google :)
  • Variable Soal : untuk menampung 4 digit angka yang akan kita tebak
  • Variable Jml_mencoba : untuk menampung jumlah tebakan yang telah kita ajukan

2. Di bagian Form_Load(), tambahkan code berikut :

Randomize

Soal = Right(“000″ & CInt(Int(Rnd * 9999) + 1), 4)

lblAngka_benar.Caption = “”

lblPosisi_benar.Caption = “”

lblPercobaan.Caption = “”

Penjelasan :

  • Randomize digunakan supaya setiap kali kita memanggil program, angka yang di-generate oleh aplikasi benar2 random. Kalau kita tidak menggunakan function ini, setiap kali aplikasi dijalankan, angka yang dihasilkan pasti sama.
  • Int(Rnd * 9999) + 1 : Function Rnd akan menghasilkan angka random yang nilainya antara 0 & 1. Oleh karena itu kalau kita ingin mendapatkan hasil random dari angka 1 – 9999, kita perlu mengalikan Rnd tersebut dengan 9999, lalu ditambahkan 1. Function Int digunakan supaya angka yang dihasilkan adalah angka bulat (karena rnd menghasilkan angka desimal)
  • CInt adalah function untuk mengkonversi Number menjadi String, ini supaya kita bisa memastikan angka Soal adalah 4 digit (kalau Number, angka nol di depan diabaikan)
  • Right(“000″ & X, 4) artinya menambahkan 4 buah angka nol di depan X, lalu mengambil 4 digit terakhir dari 0000X tersebut. Ilustrasinya seperti ini: kalau angka Soal yang dihasilkan adalah 123, berarti Soal ini hanya terdiri dari 4 digit, sedangkan angka yang harus kita tebak adalah 4 digit. Oleh sebab itu kita perlu menambahkan angka nol di depan Soal tersebut. Kenapa angka nol yang ditambahkan cuma 3? Karena angka terkecil yang bisa dihasilkan oleh Soal adalah 1 (berarti perlu ditambah 3 digit di depannya)

Sekarang tinggal menambahkan coding di Command Button cmdPeriksa_Click()

Dim posisi_jawaban as Byte, posisi_soal as Byte, angka_benar as Byte, posisi_benar as Byte

For posisi_jawaban = 1 to 4

     For posisi_soal = 1 to 4

          If txtAngka(posisi_jawaban) = Mid(Soal, posisi_soal, 1) Then

               angka_benar = angka_benar + 1

               If posisi_jawaban = posisi_soal Then

                    posisi_benar = posisi_benar + 1

               End If

End If

     Next posisi_soal

Next posisi_jawaban

Jml_mencoba = Jml_mencoba + 1

lblAngka_benar.Caption = “Angka yang ditebak benar ada ” & angka_benar

lblPosisi_benar.Caption = “Posisi yang ditebak benar ada ”  & posisi_benar

If angka_benar = 4 and posisi_benar = 4 Then

     lblPercobaan.Caption = “Anda telah berhasil menebak dalam ” & Jml_mencoba & ” kali percobaan!”

Else

     lblPercobaan.Caption = “Anda telah mencoba menjawab ” & Jml_mencoba & ” kali”

End If

Penjelasan :

  • Variable dideklarasikan sebagai Byte sudah cukup, karena Byte bisa menampung angka sampai 255 (asumsi: nggak mungkin menebak sampai 255 kali)
  • posisi_jawaban digunakan untuk menentukan posisi angka ke berapa dari jawaban yang sedang kita periksa (For posisi_jawaban = 1 to 4)
  • posisi_soal digunakan untuk menentukan posisi angka ke berapa dari Soal yang sedang kita periksa (For posisi_soal = 1 to 4)
  • Jadi, For posisi_jawaban = 1 to 4, lalu For posisi_soal = 1 to 4, berarti kita memeriksa setiap angka dari jawaban kita, dan dari setiap angka tsb, kita cocokkan lagi dengan angka2 yang ada pada Soal
  • If txtAngka(posisi_jawaban) = Mid(Soal, posisi_soal, 1) >> kita sedang memeriksa angka yang kita isi di TextBox dengan angka yang ada pada Soal. Kalau benar, berarti variable angka_benar kita tambahkan 1 (angka_benar = angka_benar + 1)
  • Kalau angka tebakan kita sudah benar (ada di dalam Soal), barulah kita cek lagi apakah posisinya juga benar. kalau tebakan angka belum benar, posisi tidak perlu diperiksa. >> If posisi_jawaban = posisi_soal Then posisi_benar = posisi_benar + 1
  • Di akhir pemeriksaan, kita tambahkan code Jml_mencoba = Jml_mencoba + 1 untuk menampung jumlah percobaan yang telah kita lakukan.
  • Selanjutnya tinggal memberikan keterangan pada lblAngka_benar.Caption, lblPosisi_benar.Caption, lblPercobaan.Caption untuk memberitahukan pemain bahwa dari angka yang mereka tebak, berapa banyak yang angkanya benar, berapa banyak yang posisinya sudah benar, dan sudah berapa kali dia mencoba menebak.

Nah, aplikasi game Number MasterMind sudah selesai !

Ternyata, membuat tutorial ini butuh waktu jauh lebih lama dibandingkan membuat aplikasinya.. wkwkwkwk

Nah, dari aplikasi sederhana ini, masih banyak yang bisa kita tambahkan / kembangkan lagi, misalnya :

1. Beri warna-warni dalam aplikasi tsb biar lebih menarik

2. Membatasi jumlah tebakan, misalnya harus bisa menebak dalam 8x percobaan

3. tampilkan history tebakan (berapa angka yang ditebak, jumlah angka & posisi yang benar) supaya pemain bisa melakukan analisa tanpa harus membuat catatan sendiri

4. Tambahkan high scores, tapi ini butuh database atau minimal text file untuk menampung nama & skor >> ini akan membuat game menjadi jauh lebih menarik karena pemain bisa menyimpan nama mereka kalau berhasil menebak

5. Kalau kita membatasi jumlah tebakan yang bisa dilakukan pemain, kita bisa menambahkan statistik, misalnya berapa x berturut-turut soal berhasil ditebak, berapa x berturut-turut soal gagal ditebak, siapa pemain yang paling banyak menebak, dll. Sekali lagi, ini butuh database atau text file tambahan untuk menampung data

Silakan mencoba! :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,588 other followers